Botulism
.




Artikel ini bukan nilai rujukan baku bagi anda bila mengalami masalah kesehatan seperti yang yang tertuang dalam artikel ini dan olehnya itu sangat disarankan agar tetap berkonsultasi dengan dokter anda

C A U T I O N !!!
Untuk MENDOWNLOAD tulisan dalam webblog ini, para agan sekalian akan diarah ke link adf.ly, tunggu hingga 5 detik dan tinggal klik "SKIP AD" maka agan akan diarahkan kembali ke link yang mau dituju
Tampilkan postingan dengan label Botulism. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Botulism. Tampilkan semua postingan

Botulism

Tinjauan

Botulisme pada manusia adalah penyakit serius namun relatif jarang. Penyakit ini adalah keracunan yang disebabkan oleh racun yang sangat kuat dalam makanan. Racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Terdapat tujuh tipe botulisme yang diketahui. Yakni  Botulism tipe A, B, E dan F (jarang terjadi) yang menyebabkan botulisme pada manusia. Jenis C, D dan E menyebabkan penyakit pada mamalia, burung dan ikan. Bentuk sporulated bakteri umumnya ditemukan di tanah, sedimen air dan ikan. Spora dari bakteri ini tahan panas. Dalam kondisi anaerobik, spora botulinum dapat berkecambah, dan bakteri tumbuh dan menghasilkan toksin. Jadi secara langsung jika menelan racun yang terdapat dalam makanan yang disajikan secara tidak benar adalah berbahaya dan dapat berakibat fatal. Botulisme terutama disebabkan racun yang ada dalam makanan tetapi juga dapat ditularkan melalui infeksi luka atau infeksi usus pada bayi.

Dalam jurnal medicinenet.com menagatakan bahwa Sejarah mencatat botulisme dimulai pada 1735, ketika penyakit ini pertama kali berhubungan dengan sosis Jerman (bertalian dengan makanan penyakit atau keracunan makanan setelah makan sosis). Pada tahun 1870, seorang dokter Jerman bernama Muller mengatakan nama botulisme berasal dari bahasa Latin yang berarti sosis. Clostridium botulinum bakteri pertama kali diisolasi pada tahun 1895. Dan neurotoxin yang dihasilkannya diisolasi pada tahun 1944 oleh Dr Edward Schantz. From1949 s/d 1950-an, toksin (bernama Bont A) ditunjukkan untuk memblokir